PERSILANGAN
MONOHIBRID DAN DIHIBRID
A. Sejarah Pewarisan Sifat
Belajar
tentang pewarisan sifat pada makhluk hidup, tidak lepas dari jasa seseorang
yang melakukan penelitian di bidang genetika yang bernama Gregor Mendel. Mendel
lahir tanggal 22 Juli 1822 di kota kecil Heinzendorf di Silesia, Austria.
(Sekarang kota itu bernama Hranice wilayah Republik Ceko.) Johann Gregor Mendel
adalah orang yang sampai kini dianggap sebagai peletak dasar ilmu keturunan
atau genetika. Semasa hidupnya,beliau senang melakukan percobaan di kebunnya
untuk menyelidiki bagaimana sifat-sifat tanaman induk diturunkan kepada
keturunannya.
Gregor Mendel
Hasil
percobaannya diumumkan pada tahun 1865, dan sejak tahun itu ilmu tentang
keturunan tumbuh dengan teori-teori yang lebih ilmiah.
B. Istilah-Istilah
Dalam Genetika
Sebelum
belajar tentang pewarisan sifat, marilah kita pahami tentang beberapa istilah
di dalam genetika. Gen dominan, gen resesif, genotipe, fenotipe, homozigot, dan
heterozigot.
C. Eksperimen Mendel
Eksperimen
Mendel dimulai saat dia berada di biara Brunn didorong oleh keingintahuannya tentang suatu ciri tumbuhan diturunkan dari induk kepada keturunannya. Jika misteri
ini dapat dipecahkan, petani dapat menanam hibrida dengan hasil yang lebih
besar. Prosedur Mendel merupakan langkah yang cemerlang dibanding prosedur yang
dilakukan waktu itu. Mendel sangat memperhitungkan sifat atau karakter dari
keturunan dan keturunan tersebut diteliti sebagai satu kelompok, bukan sejumlah
keturunan yang istimewa.
Dia juga
memisahkan berbagai macam ciri dan meneliti satu jenis ciri saja pada waktu
tertentu, tidak memusatkan perhatian pada tumbuhan secara keseluruhan.
Dalam
eksperimennya, Mendel memilih tumbuhan biasa, kacang polong, sedangkan para
peneliti lain umumnya lebih suka meneliti tumbuhan langka.Mendell melakukan
penyilangan terhadap kacang polong. Dari berbagai hasil penelitiannya, Mendell
mengidentifikasi tujuh ciri berbeda yang kemudian dia teliti seperti yang ditunjukan
dalam gambar berikut:
Mendel menarik
beberapa kesimpulan dari hasil penelitiannya. Dia menyatakan bahwa setiap ciri
dikendalikan oleh dua macam informasi, satu dari sel jantan (tepung sari) dan
satu dari sel betina (indung telur di dalam bunga). Kedua informasi ini (kelak disebut
pembawa sifat keturunan atau gen) menentukan ciriciri yang akan muncul pada
keturunan. Sekarang, konsep ini disebut Hukum Pertama yaitu Hukum Segregasi
Bebas. Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukan gamet, kedua gen
yang merupakan pasangan alel itu akan memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima
satu gen dari alelnya.
Secara garis
besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
1. Gen memiliki
bentuk-bentuk alternatif yang mengatur variasi pada karakter.Ini adalah
konsep mengenai alel.
2. Setiap
individu membawa sepasang gen, satu dari induk jantan dan satu dari induk
betina.
3. Jika sepasang
gen ini merupakan dua alel yang berbeda, alel dominan akan terekspresikan. Alel
resesif yang tidak terekspresikan, tetap akan diwariskan pada gamet yang
dibentuk.
D. Persilangan
Monohibrid Dan Dihibrid
Bagaimana proses
dan hasil persilangan monohibrid? Dan bagaimana proses dan hasil persilangan
dihibrid? Kalian dapat menyimak video berikut ini!
Hukum
Mendel Kedua
Kemudian
Mendel meneliti dua ciri sekaligus, yakni bentuk biji (bulat atau keriput) dan
warna biji (kuning atau hijau). Dia menyilang tumbuhan yang selalu menunjukkan
ciri-ciri dominan (bentuk bundar dan warna kuning) dengan tumbuhan berciri
terpendam (bentuk keriput dan warna hijau). Sekali lagi, ciri terpendam tidak
muncul dalam keturunan generasi pertama.
Mendel
mengecek hasil ini dengan kombinasi dua ciri lain. Perbandingan yang sama
muncul lagi. Perbandingan 9:3:3:1 menunjukkan bahwa kedua ciri tidak saling
tergantung, sebab perbandingan 3:1 untuk satu ciri bertahan dalam setiap subkelompok
ciri yang lain, dan sebaliknya. Dalam pembentukan gamet, gen-gen membentuk
kombinasi secara bebas. Hal ini menunjukkan bahwa sepasang gen tidak
dipengaruhi oleh pasangan gen lainnya. Peristiwa ini biasa disebut hukum Mendel
II atau hukum berpasangan secara bebas.
Hukum
kedua Mendel menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang atau lebih
sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak bergantung pada
pasangan sifat yang lain. Dengan kata lain, alel dengan gen sifat yang berbeda
tidak saling mempengaruhi. Hal ini menjelaskan bahwa gen yang menentukan
seperti tinggi tanaman dengan warna bunga suatu tanaman, tidak saling
mempengaruhi. Eksperimen Mendel menunjukkan bahwa ketika tanaman induk
membentuk sel-sel reproduksi jantan dan betina, semua kombinasi bahan genetik
dapat muncul dalam keturunannya, dan selalu dalam proporsi yang sama dalam
setiap generasi. Informasi genetik selalu ada meskipun ciri tertentu tidak
tampak di dalam beberapa generasi karena didominasi oleh gen yang lebih kuat.
Dalam generasi kemudian, bila ciri dominan tidak ada, ciri resesif itu akan
muncul lagi.
E. Kegiatan
F. Sumber Pustaka
Siti
Zubaidah dkk, 2015. Ilmu Pengetahuan
Alam SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan Dan
KebudayaaRepublik Indonesia.
Sumarni
Setiasih dkk, 2016. Modul Guru
Pembelajar Mata Pelajaran IPA SMP Kelompok Kompetensi G Materi Genetik.
Jakarta: PPPPTK Dirjen GTK Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik
Indonesia
G. Uji Kompetensi





